Latest News

5 Tips Agar Balita Rajin Menyikat Gigi

Kesehatan gigi dan rongga mulut menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan orang tua. Masalah pada gigi dan rongga mulut seperti karies atau gigi berlubang dapat mengganggu tumbuh kembang si kecil, karena dapat menimbulkan rasa sakit bahkan infeksi yang tentunya berpotensi mengganggu makan, belajar, dan bermain.

Salah satu cara menjaga kesehatan gigi dan mulut anak tentu saja dengan menanamkan kebiasaan menggosok gigi. Himbauan dari Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia atau IDGAI menyatakan bahwa anak sebaiknya menggosok gigi dua kali sehari, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur malam.

Sebagai ibu balita, saya paham betul bahwa menerapkan hal ini tidak semudah mengatakannya. Saya mulai mengajari anak-anak saya untuk menyikat gigi sendiri pada usia sekitar 2 tahun. Namun, apalagi menyikat gigi dengan benar dua kali sehari, membuatnya ingin buka mulut untuk menyikat gigi merupakan tantangan tersendiri.

Sekarang usianya sudah lebih dari 3 tahun, sudah banyak kemajuan. Anak saya akan menggosok giginya sendiri, jadi saya dan suami hanya mengawasinya agar dia menggosok gigi dengan benar.

Anak saya sudah mulai mengintegrasikan kegiatan menggosok gigi ini ke dalam rutinitas hariannya, dan setiap malam sebelum tidur ia cukup disiplin untuk menyikat gigi sebelum tidur.

Baca juga: Awas, Sikat Gigi Terlalu Sulit Membuat Gusi Turun!

Tips agar Balita Rajin Menggosok Gigi

Nah, berikut beberapa cara yang saya dan suami lakukan untuk menumbuhkan kemauan kita dan membuat balita kita ingin rajin menyikat gigi!

1. Menggosok gigi dengan orang tua

Saya percaya bahwa cara terbaik untuk mengajar anak-anak adalah memberikan teladan. Oleh karena itu, kami selalu menyikat gigi bersama. Meski awalnya anak saya masih enggan, tapi lama kelamaan dia mulai bergerak dan perlahan meniru gerakan kami menggosok gigi. Padahal, kini dialah yang akan “mengumpulkan” kita sebelum tidur malam untuk menggosok gigi!

2. Menggunakan bantuan model boneka

Untuk menunjukkan kepada anak saya cara menggosok gigi dengan benar, saya menggunakan model boneka. Anak saya menyukai dinosaurus, jadi saya mencari boneka berbentuk dinosaurus dengan mulut lebar dan gigi bergigi.

Saya menunjukkan kepadanya cara menyikat giginya menggunakan model boneka dinosaurus. Ternyata cara ini cukup efektif, anak saya paham gerakan apa yang harus dilakukan saat menggosok gigi.

Baca juga: Saat Yang Tepat Menyikat Gigi Anak Anda

3. Gosok gigi di depan cermin

Dari pengalaman saya dengan anak saya, dia lebih bahagia saat melihat dirinya menggosok gigi. Jadi aku selalu mengajaknya menggosok gigi di depan cermin. Dengan melihat refleksi dirinya di cermin, anak juga dapat “menilai” apakah yang telah dilakukannya benar atau tidak dengan membandingkan apa yang telah dilakukan atau dicontohkan oleh orang tua.

4. Tonton video pendidikan menyikat gigi

Anak-anak di atas usia 2 tahun dapat memilikinya waktu layar terbatas, jadi saya memanfaatkannya dengan menampilkan video menggosok gigi. Banyak sekali video edukasi menggosok gigi yang bisa ditemukan di media sosial, bahkan ada yang membuat lagu-lagu sederhana yang mudah diingat anak tentang cara menggosok gigi yang benar. Bunda dan Ayah dapat memilih video dengan lagu yang disukai anak atau dengan karakter kartun idola anak, sehingga akan lebih menarik perhatiannya.

Baca juga: Sikat Gigi Biasa atau Sikat Gigi Elektrik, Mana?

5. Menggunakan sikat gigi dengan bentuk yang disukai anak

Setelah menanamkan semua "teori" tentang cara menggosok gigi yang benar pada anak, langkah selanjutnya adalah mengajak si kecil mau mempraktikkannya. Memilih sikat gigi yang menarik perhatian mereka bisa jadi salah satu caranya!

Saya selalu menyesuaikan sikat gigi anak saya sesuai dengan figur atau figur yang ia sukai, namun tentunya dengan memperhatikan fakta bahwa sikat gigi yang dipilih memang didesain sesuai dengan usianya dan dengan bulu yang lembut serta cocok untuk anak-anak.

Bunda dan Ayah, lima tips ini adalah hal yang saya dan suami lakukan untuk menumbuhkan kemauan kita dan membuat balita kita mau sikat gigi. Tentu saja hal-hal yang kita lakukan bersifat pribadi dan mungkin tidak sepenuhnya berlaku untuk anak-anak lain. Tapi siapa tahu hal ini bisa menjadi ide untuk semua Bunda dan Ayah!

Menurut saya, kunci sukses mengajak anak rajin sikat gigi adalah konsistensi orang tua dalam mendidik, mencontoh, dan mengingatkan anak. Seiring berjalannya waktu, anak-anak pasti akan mampu menjadikan menggosok gigi sebagai kebiasaan baik yang selalu mereka lakukan, apalagi jika mereka telah mendapatkan manfaat dari kebersihan gigi dan rongga mulut.

Apakah Bunda dan Ayah punya tips lain agar anak rajin menyikat gigi? Bagikan ayo di kolom komentar!

Baca juga: Hindari 6 kesalahan berikut saat menggosok gigi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top