Latest News

6 Makanan Ringan Sehat untuk Diabetes

Sebagai penderita diabetes, Diabestfriends disarankan untuk tidak mengkonsumsi makanan secara sembarangan, termasuk makanan ringan. Jadi, Diabestfriends perlu tahu makanan ringan apa yang sehat untuk diabetes yang telah direkomendasikan oleh para ahli.

Kunci untuk memilih camilan sehat untuk diabetes adalah kaya serat, protein, dan lemak sehat. Makan camilan yang mengandung nutrisi ini tidak hanya akan mengisi Anda, tetapi juga membantu menjaga kadar gula darah normal.

Baca juga: 5 Masalah Gigi Sering Dialami oleh Penderita Diabetes

Rekomendasi Camilan Sehat untuk Diabetes

Berikut rekomendasi untuk camilan sehat untuk diabetes menurut para ahli!

1. Telur Rebus

Telur rebus adalah camilan yang sangat sehat untuk penderita diabetes. Kandungan protein telur rebus sangat tinggi. Dalam satu telur rebus besar, mengandung sekitar 6 gram protein. Jadi, sangat baik untuk diabetes karena mencegah peningkatan kadar gula darah setelah makan.

Dalam sebuah penelitian, 65 penderita diabetes diminta mengonsumsi dua telur setiap hari selama 12 minggu. Pada akhir penelitian, ditemukan bahwa mereka mengalami penurunan kadar gula darah puasa yang signifikan.

Mereka juga akhirnya memiliki kadar hemoglobin A1c (HbA1c) yang rendah. Hemoglobin A1c adalah indikasi kontrol gula darah jangka panjang. Telur juga diketahui sangat mengenyangkan saat dikonsumsi. Penting juga untuk mengontrol diabetes tipe 2.

2. Yogurt dengan Berry

Yogurt dengan beri juga termasuk makanan ringan yang ramah diabetes. Semua jenis beri kaya akan antioksidan, sehingga dapat mengurangi peradangan dan mencegah kerusakan sel pankreas. Seperti diketahui, pankreas adalah organ yang berfungsi menghasilkan hormon penurun gula darah.

Selain itu, buah beri juga kaya serat. Satu cangkir (148 gram) blueberry saja mengandung 4 gram serat. Jika dikonsumsi dapat membantu memperlambat pencernaan makanan dan menjaga kadar gula darah setelah makan.

Sementara itu, yogurt dikenal bisa menurunkan kadar gula darah. Yoghurt mengandung probiotik, yang dapat membantu proses metabolisme makanan yang mengandung gula. Yoghurt juga kaya protein, sehingga baik untuk mengendalikan kadar gula darah. yogurt Yunani terutama sangat kaya protein.

3. Almond

Kacang almond juga merupakan camilan sehat untuk makanan yang disarankan, karena sangat bergizi dan mudah dikonsumsi. Satu ons (28 gram) almond mengandung lebih dari 15 vitamin dan mineral, termasuk 32 persen dari total asupan harian yang direkomendasikan mangan, 19 persen dari asupan harian magnesium yang direkomendasikan, dan 17 persen dari asupan harian yang direkomendasikan dari riboflavin.

Penelitian menunjukkan bahwa almon membantu mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes. Dalam satu penelitian, 58 orang diminta mengonsumsi almond setiap hari selama 24 minggu. Mereka mengalami penurunan kadar gula darah jangka panjang sebesar 3 persen.

Studi lain yang melibatkan 20 penderita diabetes yang mengkonsumsi 60 gram almond setiap hari selama empat minggu menunjukkan penurunan kadar gula darah sebesar 9 persen.

Almond juga dapat mengurangi kadar insulin, hormon yang dapat memperburuk diabetes jika kadarnya selalu tinggi. Menurut para ahli, efek almond dalam menjaga kadar gula darah berasal dari kombinasi serat, protein dan lemak sehat. Ketiga nutrisi ini sangat baik dalam mengendalikan diabetes.

Namun, karena almond mengandung banyak kalori, Anda harus membatasi porsi yang dikonsumsi. Konsultasikan dengan dokter Anda tentang porsi almond yang aman untuk Diabestfriends.

Baca juga: Cara Mengukur Porsi Makanan untuk Penderita Diabetes

4. Alpukat

Alpukat sebagai cemilan untuk diabetes dapat memberikan efek kontrol gula darah. Kandungan serat dan asam lemak jenuh tunggal (tidak jenuh tunggal) alpukat membuat buah ini menjadi makanan yang ideal untuk penderita diabetes. Alasannya, keduanya dapat mencegah peningkatan kadar gula darah setelah makan.

Satu studi menemukan bahwa orang yang menderita diabetes tipe 2 dan mengonsumsi asam lemak tak jenuh tunggal setiap hari mengalami peningkatan kontrol gula darah yang signifikan. Namun, karena alpukat juga memiliki kandungan kalori tinggi, Anda harus membatasi konsumsinya hingga 1/4 hingga 1/2 dari ukuran buah.

5. Keju dan Biskuit Gandum

Ingin menyantap makanan ringan untuk diabetes yang rasanya enak? Coba makan biskuit gandum (biji-bijian) dilapisi dengan keju. Camilan untuk diabetes ini juga sehat. Meskipun biskuit biasanya memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, lemak dalam keju dan serat dalam biskuit dapat membantu mencegah peningkatan kadar gula darah.

Lemak dalam produk susu seperti keju dapat membantu memperlambat proses pencernaan karbohidrat, mengurangi kadar insulin, dan meningkatkan produksi hormon yang mengurangi kadar gula darah, seperti GLP-1.

Pastikan Diabestriends memilih biskuit dengan hati-hati, karena banyak yang mengandung tepung olahan dan tambahan gula. Karena itu, akan lebih aman jika Diabestfriends memilih biskuit yang terbuat dari 100 persen gandum.

6 Jagung meletus

Jagung meletus adalah camilan sehat untuk diabetes yang juga baik, lho. Jagung meletus termasuk camilan sehat karena kandungan kalorinya rendah. Satu cangkir (8 gram) jagung meletus yang dibuat dengan perangkat tekanan udara (popcorn air muncul) hanya mengandung 31 kalori.

Makan camilan rendah kalori dapat membantu mengontrol berat badan, sehingga juga membantu mengurangi kadar gula darah, dan meningkatkan kontrol diabetes secara keseluruhan. Selain itu, jagung meletus juga mengandung 1 gram serat per 1 gelas (8 gram), jadi lebih baik bagi penderita diabetes.

Namun, jagung meletus direkomendasikan di sini adalah buatan sendiri. Jangan konsumsi jagung meletus yang telah dikemas atau diproses seperti biasa dijual di supermarket, karena biasanya dicampur dengan garam, lemak transdan bahan-bahan tidak sehat lainnya. (UH)

Baca juga: Diabetes Melepuh, Apa Penyebabnya?

Sumber:

Garis Kesehatan. 21 Ide Camilan Terbaik Jika Anda Mengalami Diabetes. Januari 2018.
Jurnal Internasional untuk Penelitian Vitamin dan Nutrisi. Protein diet dalam obesitas dan diabetes. Maret 2011.
Jurnal Pendidikan dan Promosi Kesehatan. Pencegahan dan pengendalian diabetes tipe 2 dengan mengubah pola hidup dan pola makan. 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top