Latest News

Apa itu penyakit autoimun? Kenali Jenis dan Karakteristiknya!

Tubuh manusia dilengkapi dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat mampu. Mereka siap menyerang musuh yang menyebabkan penyakit, seperti virus, bakteri dan bahkan sel kanker. Tetapi ada suatu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang dan merusak sel-sel tubuh yang sehat. Ini disebut penyakit autoimun. Untuk lebih mengetahui apa itu penyakit autoimun, jenis penyakit autoimun apa, dan apakah penyakit autoimun bisa menular, berikut adalah penjelasan lengkapnya!

Apa itu penyakit autoimun?

Sebelum mengetahui hal-hal penyakit autoimun, gejala atau karakteristik, Anda perlu tahu terlebih dahulu apa itu penyakit autoimun. Penyakit autoimun adalah suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru mengenali sel-sel tubuh yang sehat sebagai musuh dan menyerangnya. Faktanya, seperti diketahui, sistem kekebalan tubuh biasanya melindungi tubuh dari kuman, seperti bakteri dan virus.

Ketika ada sel asing yang masuk, sistem kekebalan tubuh akan melawan sel-sel ini dan membentuk antibodi. Pada orang dengan penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh secara tidak benar mengenali bagian tubuh, seperti persendian atau kulit. sebagai sel atau jaringan asing, kemudian melepaskan protein atau autoantibodi yang akan menyerang sel-sel sehat.

Penyakit autoimun ini sangat kompleks dan biasanya tidak hanya menyerang satu organ. Hingga saat ini, penyebab pastinya tidak diketahui. Para peneliti mengungkapkan bahwa ada berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit autoimun, seperti infeksi dan paparan bahan kimia, dan diet tinggi lemak dan gula.

Baca juga: Hidup Dengan Penderita Autoimun

Berbagai penyakit autoimun

Sekarang Anda tahu apa itu penyakit autoimun, bukan? Ada lebih dari 80 jenis penyakit autoimun yang telah dikenali. Dari 80 jenis ini, ada yang sangat terkenal dan jumlah penderitanya cukup banyak. Ini adalah jenis penyakit autoimun yang harus Anda ketahui:

1. Diabetes Tipe 1

Ternyata diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun. Pankreas menghasilkan hormon insulin yang membantu mengendalikan kadar gula darah. Pada diabetes mellitus tipe 1, sistem kekebalan menyerang dan menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin di pankreas. Akibatnya tubuh tidak dapat memproduksi insulin.

Penderita diabetes tipe 1 bergantung pada suntikan insulin selama sisa hidup mereka. Jika tidak diberikan insulin, kadar gula darah akan di luar kendali menyebabkan komplikasi dalam bentuk kerusakan pada pembuluh darah dan organ, seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf.

2. Artritis (Radang Rematik)

Pada rheumatoid arthritis atau disebut juga arthritis, sistem kekebalan menyerang hampir semua sendi tubuh. Gejala utamanya adalah kemerahan, kaku, bengkak, dan nyeri pada persendian. Dalam kondisi yang parah, artritis ini akan merusak bentuk sendi dan menyebabkan kecacatan. Penyakit autoimun yang satu ini bisa menyerang lebih awal, pada usia 30 atau bahkan lebih cepat.

3. Psoriasis

Sel-sel kulit kita selalu berubah. Tubuh memproduksi sel-sel kulit secara rutin untuk menggantikan sel-sel kulit mati dan membusuk dengan sendirinya. Nah, pada psoriasis, sel-sel kulit baru terbentuk terlalu cepat ketika sel-sel kulit belum mati. Hasilnya adalah penumpukan sel-sel kulit dan membentuk bercak merah meradang yang biasanya terlihat seperti sisik berwarna perak.

Baca juga: Mengenal Penyakit Autoimun dan Perawatan Intravena

4 Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis menyerang selubung saraf yang disebut myelin. Myelin adalah lapisan pelindung yang membungkus sel-sel saraf di sistem saraf pusat. Kerusakan pada selubung mielin dapat memperlambat kecepatan pengiriman pesan antara otak dan sumsum tulang belakang ke dan dari seluruh tubuh. Kerusakan pada selubung mielin dapat menyebabkan gejala, seperti mati rasa, lemah, keseimbangan terganggu, dan kesulitan berjalan.

5. Penyakit Radang Usus

Penyakit radang usus adalah suatu kondisi peradangan pada lapisan dinding usus. Penyakit radang usus dapat mempengaruhi berbagai bagian saluran pencernaan. Penyakit Crohn misalnya dapat menyebabkan peradangan pada bagian mana pun dari saluran pencernaan, seperti dari mulut ke anus. Sementara kolitis ulserativa dapat menyebabkan peradangan pada lapisan usus besar atau rektum.

6 Penyakit Addison

Penyakit Addison mempengaruhi kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon kortisol dan aldosteron, dan hormon androgen. Terlalu sedikit kortisol dapat memengaruhi tubuh dalam menggunakan dan menyimpan karbohidrat dan glukosa. Defisiensi aldosteron dapat menyebabkan defisiensi natrium dan kelebihan kalium dalam aliran darah. Gejala dapat termasuk kelelahan, gula darah rendah, dan penurunan berat badan.

7. Kuburan & # 39; Penyakit

Kuburan & # 39; Penyakit adalah penyakit autoimun yang menyerang kelenjar tiroid sehingga menghasilkan terlalu banyak hormon. Perlu diingat, hormon tiroid mengendalikan penggunaan energi tubuh, juga dikenal sebagai metabolisme. Terlalu banyak hormon tiroid dapat meningkatkan aktivitas dalam tubuh, menyebabkan kegugupan, detak jantung yang cepat, dan penurunan berat badan.

Baca juga: Tahu Autoimun, Penyakit yang Menyerang Ashanty

8. Penyakit Hashimoto

Penyakit Hashimoto adalah jenis penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada kelenjar tiroid. Gejala penyakit autoimun ini termasuk kenaikan berat badan, lebih sensitif terhadap dingin, kelelahan, rambut rontok, dan pembengkakan tiroid, seperti gondok.

9 Myasthenia gravis

Myasthenia gravis mempengaruhi impuls saraf yang membantu otak untuk mengontrol otot. Ketika komunikasi saraf ke otot terganggu, sinyal tidak dapat mengarahkan otot untuk berkontraksi. Gejala yang paling umum dialami oleh penderita adalah otot yang melemah.

10. Vaskulitis

Vasculitis adalah penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang pembuluh darah. Peradangan yang terjadi mempersempit pembuluh darah dan arteri sehingga lebih sedikit darah yang mengalir melaluinya.

11. Anemia pernisiosa

Anemia pernisiosa adalah suatu kondisi yang terjadi ketika sel darah merah rendah. Penyakit autoimun ini membuat tubuh tidak mampu menyerap vitamin B12 yang dibutuhkan untuk memproduksi sel darah merah yang cukup. Anemia pernisiosa lebih sering terjadi pada orang tua.

12. Penyakit Celiac

Orang dengan penyakit celiac tidak bisa makan makanan yang mengandung gluten. Seperti yang Anda ketahui, gluten adalah protein yang ditemukan dalam gandum dan produk biji-bijian lainnya. Jika seseorang dengan penyakit celiac mengkonsumsi sedikit gluten, sistem kekebalan tubuh akan menyerang bagian-bagian tertentu dari saluran pencernaan dan menyebabkan peradangan.

Baca juga: Kenali Penyakit Rare Miimmune Gravis Autoimun

Apakah Penyakit Autoimun Menular?

Setelah mempelajari tentang berbagai penyakit autoimun, Anda mungkin bertanya-tanya apakah penyakit autoimun menular? Penyakit autoimun tidak menular. Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko penyakit.

Gen tertentu yang diturunkan oleh orang tua membuat beberapa anak rentan penyakit autoimun. Infeksi, paparan bahan kimia, obat-obatan tertentu, dan faktor hormonal juga dapat meningkatkan risiko penyakit autoimun. Hingga saat ini, para ahli masih mencari tahu dan menyelidiki sejumlah faktor pemicu yang mungkin.

Karakteristik Penyakit Autoimun

Setelah mengetahui apakah penyakit autoimun menular atau tidak, kini saatnya Anda mengetahui gejala atau karakteristik penyakit autoimun. Tidak ada gejala khusus atau karakteristik khusus yang menunjukkan bahwa Anda menderita penyakit autoimun, pemeriksaan lebih lanjut dan diagnosis dari dokter Anda juga diperlukan.

Ada berbagai macam penyakit autoimun dan umumnya memiliki gejala yang sama. Berikut adalah beberapa gejala atau karakteristik awal dari penyakit autoimun yang perlu Anda ketahui!

  • Kelelahan yang tidak biasa.
  • Nyeri otot.
  • Bengkak dan kemerahan.
  • Demam ringan.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki.
  • Rambut rontok.
  • Munculnya ruam pada kulit.

Dari penjelasan di atas, Anda jadi tahu apa itu penyakit autoimun, jenis penyakit autoimun, dan karakteristik penyakit autoimun? Oh ya, jika Anda memiliki pertanyaan tentang kesehatan atau hal-hal lain yang ingin Anda tanyakan kepada para ahli, jangan ragu untuk menggunakan fitur ‘Tanyakan Dokter’ yang tersedia di aplikasi khusus Android GueSehat. Mari kita coba fitur-fiturnya sekarang!

Referensi:

WebMD. 2018. Apa itu Gangguan Autoimun?

Garis Kesehatan. 2019. Penyakit Autoimun: Jenis, Gejala, Penyebab, dan Banyak Lagi.

Rumah Sakit Anak Boston. Penyakit autoimun: Gejala & Penyebab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top