Latest News

Berbagai Pemeriksaan untuk Memastikan Kesehatan Jantung

Jantung adalah salah satu organ terpenting dalam tubuh kita. Jantung bertugas memompa darah ke seluruh tubuh, di mana darah mengirimkan oksigen untuk mengisi bahan bakar organ, jaringan, dan sel tubuh. Jantung juga berperan dalam mengeluarkan karbondioksida dan zat sisa lainnya dari tubuh.

Penyakit kardiovaskular (CVD) atau penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Diperkirakan terdapat 17,9 juta kematian di dunia yang disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah, dimana 85% di antaranya disebabkan oleh serangan jantung (serangan jantung) atau stroke.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan jantung, setiap tanggal 29 September digunakan sebagai peringatan Hari Jantung Sedunia. Salah satu agenda kampanye Hari Jantung Sedunia adalah pentingnya deteksi dini gangguan jantung.

Baca Juga: Hati-Hati, 5 Penyakit Akibat Kolesterol Tinggi Ini Selalu Mengintai!

Pemeriksaan untuk Memastikan Kesehatan Jantung

Salah satu cara deteksi dini adalah dengan melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatan jantung. Ada beberapa jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk melakukan skrining kesehatan jantung sebagai upaya pencegahan dan penanganan secepatnya jika terjadi masalah kesehatan jantung. Inilah daftarnya!

Uji pekerjaan yg membosankan

Uji pekerjaan yg membosankan atau tes latihan jantung dilakukan dengan tujuan menilai kerja pembuluh darah jantung dan fungsi kebugaran jasmani saat jantung diberi beban bertahap. Tes ini juga dilakukan untuk menguji apakah ada kelainan pada arteri koroner jantung atau apakah seseorang mengalami masalah yang berkaitan dengan irama jantung saat melakukan aktivitas fisik.

Dalam tes ini, pasien akan diminta untuk terus berjalan pekerjaan yg membosankan atau mengendarai sepeda statis dengan elektrokardiogram (EKG) yang terpasang untuk memantau irama jantung dan alat pengukur tekanan darah.

Elektrokardiografi

Elektrokardiografi atau EKG adalah tes yang dilakukan untuk memeriksa aktivitas listrik jantung, dan digunakan untuk mendeteksi masalah seperti irama jantung yang tidak teratur dan serangan jantung.

Untuk melakukan EKG, pasien terlebih dahulu dipasangkan dengan elektroda di dada, kemudian mesin akan merekam aktivitas kelistrikan jantung dan hasilnya akan keluar dalam bentuk gambar di selembar kertas. Jika Geng Sehat sudah melihatnya di televisi atau mungkin melihatnya sendiri di rumah sakit, hasil EKG seperti kode rumput!

Baca juga: Tidur di samping seseorang yang mendengkur bisa memicu serangan jantung dan stroke

Ekokardiografi

Ekokardiografi atau yang biasa dikenal dengan USG jantung atau Gema adalah pemeriksaan dengan menggunakan gelombang USG untuk menunjukkan kemampuan jantung untuk berdetak dan memompa darah. Tes ini juga dilakukan untuk mengevaluasi kondisi katup dan bilik (atrium dan atrium) jantung dan dapat digunakan untuk mendeteksi kelainan jantung bawaan.

Geng Sehat pernah melihat proses USG pada ibu hamil untuk melihat kondisi janin dalam kandungan? Gema atau USG jantung dilakukan dengan cara serupa, hanya saja daerah yang diperiksa adalah dada kiri tempat jantung berada.

CT Skor Kalsium

Tes ini dilakukan dengan menggunakan gelombang sinar-X untuk menghitung jumlah kalsium dalam pembuluh darah. Pengapuran kalsium pada dinding pembuluh darah atau pengapuran merupakan salah satu tanda awal penyakit jantung yang berhubungan dengan penyempitan pembuluh darah.

CT Angiogram

Seperti dalam ujian skor kalsium, CT angiogram juga menggunakan gelombang X-ray untuk melihat apakah ada penyempitan jantung atau arteri koroner. Penyempitan pembuluh darah koroner merupakan penyebab penyakit jantung koroner yang seringkali berujung pada serangan jantung.

Baca juga: Prosedur Angioplasti untuk Membuka Penyumbatan Pembuluh Darah

Uji kadar kolesterol dalam darah

Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah pasien kemudian dilakukan pengecekan kadar kolesterol total LDL (lipoprotein densitas rendah atau & # 39; buruk & # 39; kolesterol), HDL (lipoprotein densitas tinggi atau & # 39; baik & # 39; kolesterol), dan trigliserida karena dapat menjadi faktor risiko penyempitan pembuluh darah jantung.

Nah Geng Sehat, ada berbagai macam tes yang bisa dilakukan sebagai skrining untuk memantau kesehatan jantung. Deteksi dini diperlukan untuk mencegah dan menangani masalah kesehatan jantung lebih cepat. Jadi ada baiknya melakukan skrining ini sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan berkala dan tidak menunggu keluhan muncul dulu. Salam sehat!

Baca juga: Minuman Manis Dapat Meningkatkan Kolesterol Jahat

Referensi:

Harvard Health, 2012. Membuat keputusan skrining cerdas: Bagian 3: Tes skrining jantung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top