Latest News

Cara merawat topeng sesuai jenisnya

Adalah wajib untuk mengenakan topeng ketika di luar rumah yang telah diumumkan oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal 5 April 2020. Ini juga sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus SARS-COV2 yang menyebabkan COVID 19.

Masker harus digunakan tidak hanya untuk mereka yang sakit tetapi juga untuk orang yang sehat atau tanpa gejala. Meningkatnya jumlah kasus COVID 19 yang terus meningkat dan ditemukannya sekelompok orang yang disebut People tanpa gejala (OTG) menjadikan topeng sebagai salah satu yang harus dipakai. OTG adalah seseorang yang tidak menunjukkan gejala tetapi dapat menularkan virus ke orang lain. OTG ini umumnya memiliki kontak dekat dengan kasus positif COVID 19.

Status OTG dapat dialami oleh siapa saja tanpa kita ketahui. Jika Anda tidak menggunakan masker bisa menghapus tetesan dan menginfeksi orang lain. Dengan kondisi meningkatnya jumlah kasus, cara Anda melindungi saya, saya melindungi Anda, adalah dengan menyetujui semua menggunakan masker.

Baca juga: Masker Kain Dapat Menjadi Alternatif untuk Mencegah Penularan Coronavirus, Inilah Cara Membuatnya!

Cara merawat topeng sesuai jenisnya

Orang-orang diizinkan untuk menggunakan topeng kain, tidak harus masker bedah. Masker dan masker bedah N95 diprioritaskan untuk tenaga medis yang berada di barisan depan dalam menangani COVID 19. Berdasarkan penelitian oleh Institut Hutan Wake untuk Pengobatan Regeneratif, topeng kain dapat menangkal virus hingga 70 – 79%. Untuk menggunakan masker secara efektif, tentu saja Gang Sehat perlu tahu cara merawat masker dengan tepat.

Langkah pertama yang kami kenali pertama adalah perbedaan antara topeng kain dan masker bedah. Masker bedah yang disarankan adalah mereka yang memiliki 3 (tiga) lapisan pelindung atau dalam kotak topeng tertulis 3 PLY. Tiga fungsi lapisan pelindung adalah:

  • Bagian luar: terbuat dari tahan air yang mampu menangkal percikan tetesan yang berasal dari luar
  • Bagian tengah: berfungsi sebagai filter kuman
  • Bagian dalam: berfungsi untuk menyerap cairan dari pengguna yang batuk / bersin

Agar fungsi topeng kain menjadi efektif, topeng kain yang direkomendasikan juga memiliki 3 (tiga) lapisan. Tidak seperti masker bedah di mana bagian luarnya tahan air, topeng kain tidak. Karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan topeng kain. Untuk kain, disarankan untuk tidak terlalu kurus karena ada risiko percikan menyerap ke dalam.

Anda dapat membuat topeng kain sendiri menggunakan bahan-bahan di rumah seperti serbet, kain katun, kain batik atau bahan kaos (Kaos), asalkan ukuran masker harus menutupi hidung ke dagu dan tidak longgar saat dipakai. Anda bisa membuat topeng 3 lapis dengan 2 lapisan dengan bagian tengah jaringan dapat dimasukkan sebagai filter atau menggunakan kain campuran katun

Baca juga: Cara Menggunakan dan Buang Topeng dengan Benar

Tidak seperti masker bedah sekali pakai, masker kain dapat dicuci dan digunakan kembali. Namun, karena masker kain tidak ideal seperti masker bedah, tidak disarankan untuk menggunakan lebih dari 4 (empat) jam. Masker kain juga tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh anak-anak di bawah usia 2 tahun dan orang-orang dengan masalah pernapasan.

Cara menghilangkan masker bedah bekas perlu dipertimbangkan agar tidak menjadi media penularan virus dan agen yang menyebabkan penyakit lebih berbahaya. Langkah-langkah berikut dapat dilakukan oleh Geng Sehat untuk menyingkirkan masker bedah:

  1. Lepaskan topeng melalui tali dari bagian belakang kepala / telinga. Jauhkan masker dari wajah dan pakaian untuk mencegah kontak dengan masker yang terkontaminasi
  2. Lipat topeng menjadi dua sehingga bagian yang terkontaminasi ada di bagian dalam lipatan
  3. Desinfeksi atau rendam masker dengan disinfektan, bisa menggunakan klorin atau pemutih.
  4. Topeng rusak dengan memotong tali dan tutupnya
  5. Buang topeng di tempat sampah tertutup
  6. Cuci tangan Anda segera menggunakan sabun dan air mengalir.

Baca juga: Ingin Membersihkan Rumah, Berikut adalah Daftar Produk untuk Desinfeksi Coronavirus!

Bagaimana dengan topeng kain? Masker kain harus segera dicuci setelah digunakan dengan sabun atau deterjen. Simpan masker yang telah dikeringkan di tempat khusus yang bersih. Saat Anda ingin menggunakannya lagi, pastikan tangan Anda bersih saat mengenakan topeng. Setiap orang juga disarankan untuk memiliki topeng kain sendiri sehingga mereka tidak saling menggunakan.

Dan akhirnya, last but not least Gengs, masih menerapkan pembatasan fisik (Menjauhkan fisik) meskipun kamu sudah menggunakan masker. Lakukan cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menggunakan masker. Terus gandakan aktivitas Anda agar tetap di rumah (# Home Only) dibandingkan dengan meninggalkan rumah.

Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan RI. 2020. Pedoman Pencegahan dan Kontrol Penyakit virus corona (COVID-19) Revisi keempat.
  1. Penggunaan Penutup Wajah Kain untuk Membantu Memperlambat Penyebaran COVID-19. https://www.cdc.gov
  1. Pengujian Menunjukkan Jenis Kain yang Digunakan dalam Masker Buatan Sendiri Membuat Perbedaan, Kata Dokter. 2020. https://newsroom.wakehealth.edu/News-Releases/
  1. Kementerian Kesehatan RI. 2020. Cara Membuang Masker Bekas. Germas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top