Latest News

Cegah Penyebaran Coronavirus di Tempat Kerja dengan Metode Ini!

Wabah coronavirus COVID-19 masih menjadi masalah kesehatan global. Sejak Januari 2020 hingga sekarang, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai badan kesehatan dunia masih menetapkan wabah koronavirus baru atau disebut COVID-19 sebagai Emergency Kesehatan Masyarakat dari Kepedulian Internasional.

Orang yang terinfeksi virus COVID-19 dapat menyebarkan virus ke orang lain dengan berbagai cara. Misalnya melalui cairan tubuh yang terinfeksi, seperti saat batuk atau bersin. Cairan tubuh yang terinfeksi ini bisa menempel di meja, telepon, gagang pintu, dan lainnya. Jika orang lain menyentuh benda yang terkontaminasi, Anda dapat terinfeksi COVID-19.

Tempat kerja adalah salah satu poin penting untuk penyebaran COVID-19. Banyak cerita tentang infeksi COVID-19 yang berasal dari rekan kerja yang sebelumnya telah terinfeksi COVID-19.

Geng sehat yang bekerja mungkin juga merasa bahwa situasi di tempat kerja menjadi sangat hati-hati terkait masalah COVID-19. Terutama bagi mereka yang memiliki kantor dengan karyawan yang berasal dari atau baru saja kembali dari daerah atau negara yang telah dikonfirmasi COVID-19.

Karena itu, pada 27 Februari 2020 kemarin, WHO mengeluarkan edaran tentang bagaimana mencegah penyebaran COVID-19 di tempat kerja atau lingkungan. Dalam surat itu, WHO menekankan bahwa titik-titik pencegahan masih harus dilakukan walaupun di negara atau wilayah tidak ada kasus infeksi COVID-19 yang dikonfirmasi. Berikut adalah rekomendasi dari WHO untuk mencegah dan mengurangi penyebaran COVID-19 di tempat kerja!

1. Pastikan kebersihan dan kebersihan lingkungan kerja

Seperti yang telah disebutkan, COVID-19 dapat menempel pada permukaan area kerja, seperti meja, telepon, bahkan keyboard komputer. Pastikan permukaan area kerja selalu bersih dan dibersihkan dengan cairan desinfektan secara teratur.

2. Tingkatkan kewaspadaan untuk secara rutin mencuci tangan dengan benar

Mencuci tangan secara teratur dan benar selalu ditekankan oleh WHO untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19. Untuk meningkatkan kesadaran karyawan untuk mencuci tangan secara teratur, kantor dapat membantu dengan menyediakan akses ke air dan sabun pembersih tangan untuk mencuci tangan, dan memasang poster atau media kampanye lainnya untuk mencuci tangan. Jika perlu, informasikan ini kapan pertemuan rutinitas karyawan.

3. Tingkatkan kesadaran untuk menjaga kebersihan pernafasan

Karyawan juga harus selalu diingatkan untuk melakukan etika batuk saat bekerja. Etika batuk adalah untuk menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin dengan sapu tangan atau tisu sekali pakai, atau dengan punggung lengan atas Anda. Kemudian, cuci tangan Anda setelah batuk atau bersin.

Penggunaan masker saja lebih dianjurkan bagi mereka yang sakit, dengan tujuan untuk mencegah penyebaran penyakit. Topeng yang digunakan sendiri adalah masker bedah yang cukup (masker operasi) biasa, bukan topeng N95.

4. Anjurkan karyawan untuk beristirahat di rumah jika mereka mengalami gejala COVID-19

Khusus untuk negara atau wilayah yang telah mengkonfirmasi kasus infeksi COVID-19, WHO merekomendasikan agar karyawan dengan gejala awal infeksi, seperti demam ringan, untuk mengisolasi diri di rumah dan mengurangi kontak, termasuk dengan anggota keluarga. Pengusaha juga disarankan untuk memastikan bahwa karyawan mendapatkan izin sakit karena alasan di atas.

5. Tingkatkan kesadaran karyawan sebelum, selama dan setelah perjalanan resmi ke COVID-19 area yang dikonfirmasi

Pekerjaan tertentu memerlukan perjalanan resmi atau perjalanan bisnis ke daerah atau negara tertentu, dan tidak mengesampingkan kemungkinan harus mengunjungi daerah atau negara yang dikonfirmasi kasus COVID-19.

Yang terbaik adalah menghindari pengiriman karyawan berisiko tinggi, seperti karyawan dengan diabetes, penyakit jantung, dan penyakit paru-paru. Ini karena dari laporan kematian akibat infeksi COVID-19, pasien dengan komplikasi penyakit ini biasanya akan mengalami pneumonia yang cukup parah akibat COVID-19.

Karyawan juga disarankan untuk selalu menjaga kebersihan dan kebersihan saat berada di area yang terkena COVID-19, dan segera memeriksakan diri jika ada gejala yang diduga sebagai gejala infeksi COVID-19. Setelah kembali dari perjalanan bisnis, karyawan disarankan untuk terus memantau gejala awal infeksi hingga 14 hari setelah kembali dari perjalanan bisnis.

6. Mencegah karyawan dari stigma negatif tentang infeksi COVID-19

Jika ada karyawan di tempat kerja yang positif terinfeksi COVID-19, WHO merekomendasikan agar pasien ini dihindari dari stigma negatif. Dalam beberapa kasus infeksi COVID-19, orang yang merasa dirinya terpapar infeksi menjadi takut akan stigma negatif dari lingkungan sosial, di mana ini malah membuat mereka tidak mencari bantuan kesehatan untuk memastikan apakah dia benar-benar terinfeksi COVID-19. Ini sebenarnya berbahaya karena akan menjadi sumber distribusi yang tidak disadari.

Gengs, itulah saran dari WHO sebagai badan kesehatan dunia, terkait dengan pencegahan infeksi virus corona COVID-19 di tempat kerja. Dalam menghadapi epidemi ini, tentu tak perlu terlalu khawatir.

Namun, kewaspadaan harus dijaga dengan tindakan dan perencanaan sederhana, seperti yang direkomendasikan oleh WHO di atas. Meskipun sederhana, tindakan dan perencanaan di atas dapat memiliki efek signifikan pada kami dan orang lain di tempat kerja kami. Salam sehat! (KAMI)

Referensi

Organisasi Kesehatan Dunia, 27 Februari 2020. Mempersiapkan tempat kerja Anda untuk COVID-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top