Latest News

Ini adalah standar masker kain yang berlaku di Indonesia

Sudah lebih dari 6 bulan kami berada dalam situasi pandemi. Hidup, tentu saja, banyak berubah. Salah satu perubahannya adalah penggunaan masker. Penataan benda yang satu ini memang agak menarik karena pada awalnya kita sudah familiar dengan pernyataan bahwa orang yang memakai masker hanya sakit. Termasuk mendengar bahwa masker yang dapat mencegah SARS-CoV-2 hanyalah masker medis.

Perlu diingat bahwa niat baik di balik pengaturan dari WHO yang kemudian diberlakukan di Indonesia tersebut dilandasi oleh tidak adanya pembelian masker kesehatan oleh masyarakat sehingga terbatasnya persediaan masker kesehatan dapat diutamakan bagi tenaga kesehatan. Namun yang terjadi justru chaos ketika terjadi kelangkaan topeng dunia, terutama pada Maret 2020.

Seiring dengan perkembangan penelitian di berbagai negara dan situasi saat ini, pada awal April 2020, WHO membuat pengaturan bahwa kini setiap orang wajib memakai masker. Masker kain juga diperbolehkan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa penggunaan masker berdampak signifikan pada penurunan potensi tertular atau penularan COVID-19.

Sejak saat itu, masker kain beredar secara masif, termasuk masker yang terbuat dari bahan scuba. Masker scuba ini juga menjadi primadona karena bentuknya yang kompak dan lucu karena hasil cetaknya bisa menyesuaikan dengan selera pengguna.

Scuba mask sendiri merupakan masker kain satu lapis dengan pori-pori lebar juga. Nah, masalahnya kemudian pelonggaran masker medis ke masker kain mungkin tidak berdampak positif bila masker kain tidak memiliki perlindungan terhadap potensi masuknya virus SARS-CoV-2.

Untuk itu, Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8914: 2020 Tekstil – Masker dari bahan kain. SNI ini menetapkan berbagai persyaratan mutu masker yang terbuat dari kain tenun dan / atau rajutan berbagai jenis serat, paling sedikit terdiri dari dua lapis kain dan dapat dicuci beberapa kali.

SNI ini disiapkan oleh Panitia Teknis 59-01 Produk Tekstil dan Tekstil. Untuk apa ini? Tentunya untuk mendukung pencegahan penyebaran COVID-19 melalui penggunaan masker kain.

Dapat kita pahami bahwa penggunaan masker kain sendiri merupakan salah satu bentuk pelonggaran dengan mengatasi kelangkaan masker kesehatan yang berdampak negatif bagi tenaga kesehatan. Maka, untuk itu, masker kain juga harus memiliki proteksi yang diupayakan lebih dekat dengan masker medis. Dan Tekstil SNI 8914: 2020 – Masker kain ini merupakan bagian dari upaya tersebut.

Di masyarakat, masker kain sebenarnya beredar satu hingga tiga lapis. Jadi, SNI mengatur bahwa masker kain yang berlaku minimal terdiri dari dua lapis kain. Kain sebagai bahan juga harus diperhatikan, terkait dengan filtrasi dan breathability.

Efisiensi filtrasi sendiri sangat bergantung pada kerapatan kain, anyaman, hingga jenis seratnya. Berdasarkan penelitian, filtrasi masker kain berada pada kisaran 0,7 hingga 60 persen. Artinya, semakin banyak lapisan, semakin tinggi efisiensi filtrasi.

Patut diperhatikan bahwa SNI ini merupakan standar minimal tentang keamanan, cara pemakaian, dan cara pencuciannya. Dan tujuannya untuk digunakan di tempat umum oleh masyarakat. Namanya standar minimal, jadi makin bagus kualitasnya, tapi sedikit kurang tentu tidak bagus.

Dengan adanya SNI tersebut diharapkan produsen masker memiliki pedoman kualitas produk. Sehingga, para produsen tidak lagi meraba-raba dalam melakukan produksi. Di sisi lain, konsumen juga lebih diuntungkan karena produk yang beredar di pasaran setidaknya memenuhi standar minimal.

Selama ini BSN hanya menetapkan SNI dan sifatnya juga sukarela. Namun, tentunya diharapkan produsen dan konsumen memperhatikan SNI ini.

Selain itu selain kualitas masker, cara pemakaiannya juga harus benar ya Geng. Topeng itu untuk perlindungan bersama, jadi jangan lepas saat mengobrol dengan orang lain. Begitu juga saat bersin dan batuk, terutama di ruangan tertutup, pastikan masker masih menempel. Dalam hal bersin ini, Anda bisa menggantinya dengan masker kain lain setelah bersin. Untuk itu penting juga bagi kita untuk selalu membawa lebih dari 1 masker saat berpergian dan memang harus keluar rumah. Salam sehat!

Referensi:

Badan Standardisasi Nasional, 2020. Persyaratan kualitas masker berbahan kain sesuai SNI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top