Latest News

Jangan sembarangan minum obat insomnia, ketahui efek sampingnya!

Kesulitan tidur atau insomnia merupakan gangguan tidur yang sering dialami oleh anak-anak, remaja, pelajar, pekerja, bahkan lansia. Kondisi ini akan membuat kita akhirnya uring-uringan di atas kasur, lalu bermain dawai, ngemil di malam hari, dan saat bangun tidur tubuh tidak fit dan stamina. Tak jarang, penderita insomnia berakhir dengan obat tidur.

Insomnia dapat berdampak serius pada kesehatan jangka panjang. Bagaimana cara mengatasi insomnia?

Baca juga: Insomnia, Haruskah Pergi ke Dokter?

Mengapa Kita Harus Cukup Tidur?

Tidur merupakan bagian dari aktivitas manusia selama hidup, bahkan menyita sebagian besar waktunya, rata-rata seperempat hingga sepertiga waktu sehari digunakan untuk tidur. Beberapa manfaat tidur bagi tubuh adalah sebagai berikut.

  • Meregenerasi sel tubuh baru.
  • Memperbaiki sel tubuh yang rusak (mekanisme penyembuhan diri).
  • Mengistirahatkan organ tubuh setelah seharian beraktivitas.
  • Menjaga keseimbangan metabolisme.

Oleh karena itu, tidur bukan sekedar aktivitas relaksasi yang cenderung tidak membawa manfaat, melainkan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Jika tidur Anda terganggu, maka bersiaplah untuk kondisi kesehatan yang akan terpengaruh.

Baca juga: Kebiasaan Ini Bikin Tak Bisa Tidur, Lho!

Dampak dan Cara Mengatasi Insomnia

Hampir setiap orang pernah mengalami gangguan tidur. Insomnia atau insomnia adalah gangguan tidur yang paling umum. Orang yang mengalami insomnia cenderung menunjukkan tanda-tanda seperti: penurunan produktivitas, kelelahan, stres, ketidakstabilan emosi, kurang percaya diri, suka ceroboh, dan terlalu impulsif terhadap sesuatu. Dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh yaitu gangguan pencernaan, gangguan kardiovaskuler, dan sistem imun tubuh.

Gejala-gejala tersebut membuat penderita insomnia tidak nyaman dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari, sehingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk menggunakan obat tidur untuk mengatasi insomnia.

Lalu, apakah penggunaan obat tidur aman untuk tubuh? Setiap obat tidur yang dikonsumsi harus dalam pengawasan dokter, jadi pemakaiannya harus berdasarkan resep dokter. Hal ini untuk meminimalisir efek samping yang bisa timbul dan menghindari ketergantungan pada obat tidur.

Dokter akan menentukan pemberian obat tidur berdasarkan tingkat keparahan gangguan tidur yang dialami. Jadi, sebaiknya jangan minum obat tidur sembarangan, apalagi tanpa resep dari dokter.

Baca juga: Kurang tidur bisa merusak sistem kekebalan tubuh, lho

Berikut beberapa jenis obat tidur yang biasa diresepkan oleh dokter:

1. Benzodiazepin

Obat tidur yang termasuk dalam kelompok ini adalah triazolam (waktu paruh obat adalah 20 jam). Perbedaan waktu paruh ini menunjukkan bahwa obat triazolam efektif dalam mengatasi kesulitan memulai tidur. Sedangkan untuk mengatasi keluhan sering bangun di pagi hari, obat dengan waktu paruh 10-20 jam akan lebih efektif.

Jenis obat tidur benzodiazepin mengandung obat penenang (penenang), sehingga penggunaannya harus dengan resep dokter. Secara umum, efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan obat tidur ini adalah: rasa kantuk yang hebat, pusing, nyeri di kepala, mulut kering dan lidah terasa pahit.

Efek samping lain yang harus diperhatikan adalah meliputi, yaitu efek yang timbul dari akumulasi sisa metabolit aktif obat, seperti mual, pusing, dan suf (kelelahan). Hati-hati, kondisi ini bisa mengakibatkan kecelakaan pada pengendara sepeda motor.

Pengguna obat ini juga mengalami gejala paradoks, seperti lekas marah, lekas marah, lekas marah, dan mengalami kejang. Belum lagi ketergantungan obat yang dipicu oleh kondisi pantang, seperti sering mimpi buruk, perasaan takut dan cemas, serta tubuh mengalami ketegangan yang intens.

2. Non-Benzodiazepin

Jenis obat tidur non-benzodiazepine dapat digunakan untuk terapi jangka pendek insomnia. Adanya obat tersebut sebagai alternatif yang baik untuk menggantikan obat tidur golongan benzodiazepine. Dengan efisiensi obat yang sama, obat golongan non benzodiazepine memiliki risiko efek samping yang lebih rendah dibandingkan obat tidur golongan bendoziazepine.

Keuntungan dari pil tidur non-benzodiazepine adalah masa paruh mereka lebih pendek, membuat mereka cenderung tidak mengantuk di siang hari. Selain itu, jenis obat ini kurang mengganggu siklus tidur normal penderita insomnia dibandingkan penggunaan obat tidur benzodiazepin. Beberapa obat tidur yang termasuk dalam kelompok ini adalah zolpidem, zaleplon, eszopiclone, dan ramelteon.

Baca juga: Jangan Pikirkan Remah-Remah, Kurang Tidur Bisa Rusak Otak!

Obat Insomnia Alami

Banyak orang yang masih belum menyadari bahwa gangguan tidur tidak selalu bisa diobati dengan obat tidur. Setelah mengetahui efek samping dan ketergantungan penggunaan obat tidur, tidak ada salahnya jika Anda mencoba terapi tanpa obat tidur. Anda bisa mencoba beberapa terapi alami berikut untuk mengatasi gangguan tidur.

Sebelum memilih obat tidur, cobalah atasi insomnia dengan terapi alami ini.

1. Bahan herbal

Beberapa jamu yang diformulasikan untuk mengatasi gangguan tidur adalah lenglengan, pegagan, dan pala. Tanaman ini telah digunakan sebagai pil tidur dan terkenal untuk mengobati insomnia dan mengendalikan stres. Ramuan dari ketiga jenis tanaman ini juga telah teruji secara klinis untuk efek relaksasi dan telah digunakan di Klinik Pengobatan Herbal Hortus Medicus sebagai anti insomnia.

2. Teh daun gaharu

Teh daun ini sangat digemari masyarakat khususnya Kabupaten Bangka Tengah. Teh daun gaharu secara turun temurun sudah banyak dikonsumsi untuk menghilangkan rasa lelah akibat gangguan tidur ringan.

Penelitian dilakukan oleh Kamaludin dkk. Tahun 2017 juga membuktikan bahwa teh daun gaharu dapat memperbaiki pola tidur, meningkatkan kualitas tidur menjadi lebih nyaman dan nyenyak, serta tubuh terasa lebih segar saat bangun pagi.

3. Madu

Terkenal dengan banyak khasiatnya, madu juga dapat digunakan sebagai terapi untuk gangguan tidur. Kandungan triptofan dalam madu dapat membantu sintesis hormon melatonin yang dapat meningkatkan kualitas tidur. Menurut Ferdian et al. (2015), pemberian madu satu jam sebelum tidur dapat mencegah susah tidur, sehingga kualitas tidur lebih baik.

Jadi, penggunaan obat tidur bisa dikonsumsi jika terapi alami tidak mampu mengatasi insomnia Anda. Jika dampak gangguan tidur Anda sudah parah, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan dan terapi medis yang tepat.

Baca juga: Kurang tidur bisa memicu 5 penyakit ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top