Latest News

Kiat untuk Menjaga Kesehatan Anak Anda saat Banjir Terjadi

Mulai tahun 2020, wilayah Jabodetabek dipukul banjir. Curah hujan ekstrem dan lamanya hujan yang berlangsung sekitar 12 jam sejak Selasa lalu (31/12), menyebabkan perendaman kawasan perumahan, jalan tol, dan beberapa titik jalan raya. Lebih ironis lagi, banjir telah merenggut nyawa.

Seperti dilaporkan oleh Kompas.comData dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kamis (2/1) menyatakan bahwa sudah ada 16 orang tewas, termasuk 8 orang di DKI Jakarta, 1 orang di Kota Bekasi, 3 orang di Kota Depok, 1 orang di Kota Bogor, 1 orang di Kota Bogor, 1 orang di di Kabupaten Bogor, 1 orang di Kota Tangerang, dan 1 orang di Tangerang Selatan.

Data korban dapat terus bertambah karena cukup banyak orang yang terkena dampak banjir, termasuk bayi dan anak-anak. Dan, tidak sedikit warga yang masih betah karena tidak punya tujuan lain untuk mengungsi. Lalu, apa yang harus dilakukan ketika anak-anak kecil dikelilingi oleh banjir? Berikut tipsnya.

Dampak banjir terhadap kesehatan

Terjadinya banjir jelas menyebabkan kerugian material dan non material. Selain itu, dampak buruk banjir juga akan mempengaruhi kesehatan warga yang terkena dampak banjir.

Dalam hal penyakit, banjir meningkatkan risiko infeksi karena penyebaran penyakit melalui air yang tercemar. Penyakit-penyakit ini termasuk diare, demam tifoid (tifus), leptospirosis, dan hepatitis A.

Banjir tidak langsung juga dapat menyebabkan penyakit yang disebabkan oleh vektor atau hewan pembawa penyakit, seperti nyamuk, tikus atau ular. Penyakit-penyakit tersebut termasuk demam berdarah, chikungunya, kaki gajah, malaria, dan banyak lagi.

Selain itu, kesulitan air bersih akibat banjir menjadi masalah selanjutnya yang juga mempengaruhi kesehatan anak Anda. Tidak hanya dibutuhkan untuk minum dan mandi, air bersih juga diperlukan untuk mencuci tangan setelah melakukan kontak dengan air banjir (terutama sebelum makan).

Baca juga: Waspadai Penyakit Pasca Banjir!

Kiat untuk Menjaga Kesehatan Anak Anda Jika Terkena Banjir

Jika tempat atau area permukiman Ibu kebanjiran, segera lakukan hal-hal penting berikut untuk memastikan keselamatan dan kesehatan anak Anda:

  1. Matikan instalasi listrik di rumah dan cabut peralatan listrik yang terpasang. Pastikan anak Anda dijauhkan dari sumber listrik untuk mencegah risiko disetrum.
  2. Tempatkan bayi Anda di area tertinggi rumah untuk mencegahnya terluka oleh pecahan kaca, paku, kawat, dan benda tajam lainnya.
  3. Jika anak Anda terluka, segera bersihkan lukanya dan jangan tinggalkan itu. Luka terbuka dapat berkembang menjadi infeksi, terutama jika terkena air banjir yang kotor.
  4. Tutup luka yang terbuka dengan plester atau kain bersih untuk menghindari terkena kotoran.
  5. Jauhkan anak Anda dari mainan yang telah terkontaminasi dengan air banjir, sampai dipastikan mereka telah dibersihkan secara menyeluruh.
  6. Jika Ibu khawatir anak Anda secara tidak sengaja minum air banjir, segera cari bantuan medis atau beri tahu petugas medis yang datang untuk membantu.
  7. Jika kualitas air buruk, cara yang dapat dilakukan ibu adalah merebus air dan menambahkan 3-5 tetes klorin setiap 1 liter air, atau menggunakan filter untuk menghilangkan kuman berbahaya.

Sementara itu, jika situasinya memungkinkan, ibu dapat terus memberi makan si kecil. Ingat, beri anak Anda sesuai usia dan kemampuan makan. Pedoman untuk memberi makan bayi dan anak-anak berusia 0-24 bulan sesuai dengan rekomendasi Asosiasi Dokter Spesialis Anak Indonesia adalah:

  1. 0-6 bulan: menyusui eksklusif.
  2. 6-9 bulan: Lanjutkan menyusui dengan memberikan makanan pelengkap dengan tekstur yang kental dan lembut.
  3. 9-12 bulan: Terus menyusui dengan memberikan makanan pendamping yang kasar atau cincang.
  4. 12-24 bulan: Menyusui masih dapat dilanjutkan dengan sumber makanan utama, yaitu menu makanan keluarga. Untuk menghindari tersedak dan membuatnya lebih mudah bagi anak Anda untuk menelan, mengiris makanan.
Baca juga: Informasi Penting tentang Menu MPASI 6 Bulan

Jangan lupa, perhatikan komposisi makanannya sehingga cukup untuk nutrisi seimbang dengan pedoman menu bintang 4, Mums. Menu 4 bintang yang dimaksud meliputi:

  • 30% makanan pokok.
  • 30% protein hewani.
  • 25% sayuran dan buah.
  • 10% kacang.
Baca juga: 5 Mempersiapkan Banjir di Musim Hujan

Sumber

SIAPA. Penyakit Flooding and Communicable.

IDAI. Menyusui dalam Bencana.

IDAI. Memberi MPASI.

March of Dimes. Merawat Bayi Anda dalam Bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top